BILA kita melakukan sesuatu itu mesti berniat. Sebab itu sesuatu perkara yang ada niat dengan yang tidak berniat itu lain hasilnya, lain ceritanya dan lain ganjarannya.

Apa pun benda yang kita lakukan kalau ada niat, adalah tu pahala di sisi Allah andai baik niatnya. Sebab itu kalau makan, mandi, keluar rumah  pun kita dinasihatkan untuk berniat. Amal ibadah apa pun mesti berniat.

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”  (Shahih bukhari)

 Orang yang bekerja niatnya untuk mengumpul harta sebanyak mungkin itu lain hasilnya dengan mereka yang berniat untuk membantu orang-orang yang di dalam kesusahan. Yang nak harta sebanyak mungkin itu mungkin akan dapat harta yang dicari-cari. Itu sahaja.

Bagi yang misinya untuk membantu orang yang di dalam kesusahan, mereka akan dapat juga apa yang dihendakkan. Bahkan mungkin lebih dari itu disamping ganjaran dan tempat di sisi Allah S.W.T.

Maka itu, niatkanlah setiap kerja seharian kita semata-mata kerana Tuhan, semata untuk redhanya, semata untuk mendapatkan kebaikan dunia dan juga akhirat.