JADILAH PEMAAF, BUKAN PENGHUKUM!

Julai 8, 2009

Manusia buat silap

Aku juga berlaku silap

Kau pun pasti silap…

 

Apa pernah manusia mengerti ungkapan silap itu?

Mestikah wujud makna silap?

Atau silap itu harus diprangas-pringus, dinyahkan! 

Aduh…

Dalam derita ada manis

Di balik indah itu selitnya lara

Suka dan duka manusia pengemis

Nista dosa berhujan gerimis…

 

p/s Sebagai manusia, pasti pernah berlaku silap. Tidak nama manusia tidak pernah melakukan silap. Jangan dihukum pada setiap silap yang sudah berlalu. Jadilah insan pemaaf, bukan penghukum!


LUKAKU LUKAMU

April 19, 2009

Luka itu sakit
Yang bisa menggigit.

Luka itu karma
Yang menghunjam seksa.

Luka itu nurani
Yang menyempit nubari.

Luka itu manis
Yang bernyanyi sinis.

Luka itu sayang
Yang bersyair riang.

Luka itu lukaku
Juga luka buatmu!

(24 Rabiulakhir 1430, Kaherah)


SAJAK PENGHAPUS DOSA

April 11, 2009

Di sini diri menyapa
Dalam rerimbun kepungan manusia
Lepas lari
Tari menari
Terus mencari

Semalam diri merenung
Bintang indah kian mencernung
Jiwa merintih
Batin mernyisih
Aku terhimpit

Masa itu wajib tiba
Saat diri meratap hiba
Tiada aku mencari dusta

Semoga diri terus bertapa
Bersama mereka di akhirat sana

(El-Abbasiah, Kaherah, 15 Rabiulakhir 1430)


SUARA HATI MULA BERBISIK

Februari 26, 2009

Suara hati mula berbisik menyanyikan senandung irama
suara hati mula berbisik menyanyikan senandung
suara hati mula berbisik menyanyikan
suara hati mula…

Tika masanya nanti
aku ‘kan tahu
mana letaknya relung kejujuran
ketulusan
juga keikhlasan

Dekat bukan cagaran
jauh tak bererti hilang…

El-Abbasiah, Kaherah
1 Rabiulawwal 1430 / 26 Februari 2009


SAKITNYA

Februari 11, 2009

Sakitnya bisa menghentam
Pedihnya tajam

Sakitnya bisa mendendam
Ngilunya perit

Sakitnya bisa merapuh
Rajuknya menghukum

Sakitnya membingit
Sendu beragam

Sakitnya kian dirasa
Engkau dan aku sama merasa
Sampai bila akan berakhir!


MASIHKAH PUNYA MAAF BUATKU?

Januari 2, 2009

Masihkah kau ingat
Saat dan tika itu
Masa-masa indah kita
Pernah kujanjikan gunungan emas
Derekan permata buatmu
Selajur menitip untaian manis
Mengujar senada pujukan
Kau tewas pada rayuku

Perlukah aku kembali dalam hidupmu
Sukmamu itu perlu kusentuh
Meruntuh tembok-tembok dergama yang rapuh
Penebus nista lalu
Juga mengesat laluan jernih di pipimu
Kutahu bekas itu tidak akan pernah mengering

Baca baki entri ini »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 10,717 other followers